Misteri Astrologi: Mendalami Perbedaan antara Ramalan Zodiak, Shio dan Weton Jawa

HARIANE SEMARANG – Ketertarikan manusia terhadap astrologi menciptakan berbagai sistem ramalan yang tersebar di berbagai budaya. Di antara banyak tradisi, tiga sistem yang sering dikenal luas adalah ramalan zodiak (Barat), Shio (Tionghoa), dan Weton (Jawa).

Masing-masing sistem ini menawarkan pandangan unik tentang karakter dan nasib manusia berdasarkan faktor-faktor astrologis tertentu.

Dalam artikel ini, kita akan melakukan perjalanan mendalam melalui perbedaan mendasar dari ketiga sistem tersebut, merinci asal-usul, karakteristik, dan pengaruhnya dalam kehidupan sehari-hari.

1. Zodiak Barat: Memetakan Jalur Matahari dan Kepribadian

Zodiak Barat, sistem astrologi yang paling umum dikenal di seluruh dunia, terdiri dari dua belas tanda yang melambangkan posisi Matahari pada waktu kelahiran.

Setiap tanda zodiak memiliki karakteristik, sifat, dan gaya hidup yang unik.

Misalnya, Aries dianggap sebagai pemimpin alami yang penuh semangat, sementara Cancer dikenal sebagai individu yang penuh empati dan intuitif.

Asal-usul zodiak Barat dapat ditelusuri ke zaman Mesopotamia kuno, di mana para astronom menggunakan pergerakan Matahari di sepanjang jalur ekliptika untuk menentukan posisi bintang dan planet.

Karena pergeseran lambat dalam posisi Matahari selama setahun, terbentuklah dua belas tanda zodiak yang kemudian diadaptasi oleh berbagai budaya.

2. Shio Tionghoa: Binatang-Binatang dan Siklus Dua Belas Tahunan

Shio Tionghoa, yang berakar dalam budaya Tionghoa, menggunakan dua belas binatang sebagai simbol yang mewakili tahun-tahun dalam siklus dua belas tahunan.

Nadhirah