5 Tips Menulis Plot Slow Burn Romance, Buat Pembaca Penasaran dan Jengkel

HARIANE SEMARANG- Novel yang ditulis dengan plot slow burn romance, akan terasa lebih menarik dan membuat pembaca membuka halaman demi halaman novel, terutama yang bergenre romantis.

Perassan jengkel dan kesal ketika membaca adegan dua tokoh favoritnya berinteraksi namun tidak menyadari perasaan romantis yang di sadari oleh pembaca. Inilah plot Slow Burn, dimana pembaca mengikuti perkembangan karakternya.

Arti kata Slow Burn secara perkata yaitu ‘Marah Pelan-pelan’. Slow Burn adalah ungkapan, yang berarti pengembangan perasaan emosional bertahap hingga ke titik klimaks, penggunaan kata ini lebih banyak digunakan dalam plot sebuah novel, film, atau series bergenre romance.

Plot Slow burn romance mulai dikenal karena memberikan gambaran kisah cinta yang berkembang realistis dan tullus, karena alurnya lebih lambat. Burn-nya ini lah yang membuat pembaca penasaran untuk mengetahui perkembangan hubungan karakter dalam novel.

Bagaimana Menulis Plot Slow Burn Romance?

Plot Slow Burn banyak terjadi pada banyak kiasan berbeda, seperti musuh menjadi cinta, sahabat masa kecil, cinta segitiga, kencan palsu, kekasih rahasia dan lainnya, kecuali kiasan cinta pandangan pertama atau instan-love, yang cenderung tidak realistis.

Dalam menulis plot Slow Burn, dibutuhkan kesabaran bagi penulis untuk sampai ke ‘bagian terbaik’ dalam ceritanya, membuat pembaca tidak sabar untuk melihat perkembangan romantis suatu karakter.

Diperlukan fondasi, ketegangan, harap cemas hingga akhirnya pasangan dalam cerita menyerah, dan semua ketegangan terbayarkan. Berikut ini tips dari bookriot, yang bisa dilakukan untuk mengembangkan cerita dengan plot slow burn:

1. Dalami Karakter

Elemen utama untuk menulis slow burn yaitu pendalaman identitas karakter tokoh cerita. Alasan pembaca ingin dua tokoh dalam cerita bersatu yaitu karena mereka menyayangi tokohnya. Pembaca dibuat mengikuti perjalan hidup yang membentuk si tokoh hingga saat ini.